THE ABANDON – HARLEY DAVIDSON SPORTSTER XL1200X ’12

Memiliki satu unit Harley Davidson Sportster XL1200X Forty Eight lansiran 2012 ternyata masih belum memuaskan bagi Akhiz Nasution. Ditengah aktifitasnya yang cukup padat pria yang tinggal didaerah Serpong ini malah berkeinginan untuk merombak wujud HD Sportster 1200 Forty Eight miliknya. Setelah bertandang ke workshop STUDIO MOTOR Bro Akhiz menginginkan motornya dirombak dengan gaya Oldskool Chopper yang memang menjadi keinginannya selama ini. “Kita pakai engine-nya saja Mas, keseluruhan yang lain kita bangun dari nol saja…”, begitu ucapnya saat berdiskusi membahas konsep yang diinginkan Bro Akhiz.

THE STINGRAY – YAMAHA V-MAX 1200 ’95

Kebebasan berekspresi dan memiliki hobi pada seseorang bisa ditumpahkan pada beragam media, hal ini berlaku juga pada Wawan Dalbo. Pria ramah ini memang betul-betul mencintai dunia otomotif baik roda dua maupun empat, ini ditandai dari beberapa koleksinya yang mampu menyihir siapapun yang melihat. Beberapa varian mobil dan motor klasik yang notabene masuk dalam ranah collector item dimiliki oleh Mas Wawan, begitu dia biasa disapa, dan terawat dengan baik dan sangat rapih di garasi rumahnya. “Saya gak terlalu fanatik antara tampilan orisinil dan tampilan kustom Mas, makanya beberapa koleksi saya juga sudah banyak yang saya modifikasi dan beberapa malah sering saya ikutkan di event kontes skala nasional…”, begitu ucapnya saat bertandang ke workshop STUDIO MOTOR. Pun begitu saat baru saja meminang satu unit Yamaha V-Max 1200 lansiran tahun 1995 langsung digiring ke workshop STUDIO MOTOR untuk diubah bentuk seperti apa yang diinginkan oleh sang mpu-nya motor.

THE SOUL – HARLEY DAVIDSON SOFTAIL TC ’10

Maraknya dunia kustom di Indonesia berimbas juga pada semakin banyaknya orang yang ingin memiliki besutan custom demi menciptakan aura personal pada diri sendiri. Hal ini juga terjadi pada Andri Hartono, alih-alih sebelumnya sudah memiliki sebuah Harley Davidson Sportster XL1200 Forty Eight tidak membuat pria yang akrab disapa Andri ini puas. “Pengen punya besutan baru dengan engine yang lebih besar tetapi dengan model bobber Mas, simpel tapi terlihat kekar…”. Begitu ucap pria yang berdomisili di Sukabumi – Jawa Barat ini. Pilihan dijatuhkan bukan dari membeli sebuah motor lalu di kustom, tetapi justru keinginannya membangun dari nol berbekal mesin dan sasis dari tipe Harley Davidson Softail keluaran tahun 2010.

THE SECOND BLUSTER – KAWASAKI NINJA 250 ’11 (#10)

Tertarik untuk mengubah tampilan Kawasaki Ninja 250 rakitan tahun 2011 membuat Ismail Saleh pasrah mengirim motor kesayangannya ke Jakarta untuk digarap bergaya Scrambler seperti apa yang diidamkannya selama ini. “Style ala Scrambler terlihat asyik Mas, lebih nyaman diajak riding dan yang pasti dengan tampilan kustom membuat kita terlihat beda saat riding…”, begitu ucap pria yang akrab disapa Koko ini saat menyampaikan apa yang diinginkannya. Pun begitu salah satu yang mendorong pria lajang ini merombak total wujud asli motor kesayangannya tersebut juga didasari pada kecintaan dan hobinya di dunia Otomotif sehingga saat diskusi soal konsep dan penggunaan part yang akan dijejali lebih mengalir dan secara cepat disepakati walau dilakukan via telepon.

THE PATRIOT – BUELL ULYSSES XB12X ’07

Mungkin tidak banyak orang yang familiar dengan engine V-Twin USA keluaran Buell Motorcycle Company, pabrikan motor yang mulai berdiri pada tahun 1983 dimotori oleh Erik Buell yang sebelumnya bergabung di Harley Davidson Motorcycle sebagai engineering. 10 tahun kemudian Harley Davidson Motorcycle mengakuisisi 49% saham Buell Motorcycle Company dan berkolaborasi menghasilkan mesin dengan keluaran tenaga yang lebih besar dari mesin-mesin keluaran Harley Davidson Motorcyle termasuk juga mesin Buell Ulysses XB12X keluaran tahun 2007 yang dipilih oleh Mr. A (tidak ingin namanya disebut) untuk dibangun bergaya Classic Cafe Racer.

THE CHIMOTIKUNZ – SUZUKI INAZUMA (GW250) ’13 (#9)

Kecelakaan fatal yang menimpa Hafandi Riyma Prihakiki saat riding dengan Suzuki Inazuma 250 lansiran 2013 miliknya membuat pria yang akrab disapa Fandi ini memutuskan untuk sekalian merubah bentuk tampilan pada motornya itu. “Daripada dibenerin mending saya putuskan untuk sekalian rubah bentuknya saja Mas, apalagi memang saya suka dengan tampilan-tampilan motor kustom yang sering saya lihat…”, begitu ucap pria yang baru saja melepas masa lajangnya tersebut saat datang ke workshop STUDIO MOTOR dengan membawa motornya yang hampir sebagian sudah dalam kondisi yang mengenaskan.

THE RASCAL – YAMAHA SCORPIO 225 ’06 (#8)

Tidak banyak yang diminta Pasko Kurniadi saat datang ke workshop STUDIO MOTOR selain ingin memiliki motor yang nantinya bisa menjadi ciri khas sesuai dengan kepribadiannya. “Gue gak mau yang neko-neko Bro, harus simpel bahkan sampai warnapun gue hanya ingin full dominan hitam…”, begitu ungkapnya saat berdiskusi mengenai apa yang menjadi impiannya selama ini. Bagi pria yang akrab disapa Pasko ini tampilan simpel justru bisa menunjukkan identitas yang nakal serta anti kemapanan.